Pemkab Larang Penerbangan Balon Udara, Selama Covid-19 Penerbangan Balon Udara Ditambatkan Ditiadakan


Anggota TNI berjaga di kegiatan festival penerbangan balon udara tradisional dengan cara ditambatkan. (Foto Dokumentasi Tahun Lalu)

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah mengeluarkan surat larangan kegiatan penerbangan balon udara kepada seluruh masyarakat. Untuk kegiatan penerbangan balon udara tradisional dengan cara ditambatkan, yang biasanya digelar di tahun-tahun sebelumnya, selama Pandemi Covid-19 kegiatan tersebut ditiadakan.

Larangan tersebut disampaikan dalam surat resmi yang diteken Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo melalui surat nomor: 130/155/2020, bersifat penting, perihal : Larangan Penerbangan Balon Udara Tradisional dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 serta Keamanan dan Keselamatan Penerbangan.

Dalam surat yang dibuat tanggal 11 Mei 2020, yang tertera kepada Komunitas Balon Udara Tradisional Kabupaten Wonosobo, Andang menyampaikan, dalam rangka memutus penyebaran COVID-19 di Kabupaten Wonosobo, agar tidak semakin meluas serta menciptakan ketertiban berkaitan dengan Penerbangan Balon Udara Tradisional, bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Guna pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Wonosobo agar tidak mengadakan kegiatan pembuatan Balon Udara Tradisional, Penerbangan Balon Udara Tradisional, Festival Balon Udara Tradisional, atau kegiatan sejenis lainnya.

2. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan pasal 53 ayat (1) yang menyatakan bahwa "Setiap orang dilarang menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang dapat membahayakan keselamatan udara, penumpang dan barang, dan atau penduduk atau mengganggu keamanan dan ketertiban umum atau merugikan harta benda milik orang lain";

dan pasal 411 menyatakan "Setiap orang dengan sengaja menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang membahayakan keselamatan udara, penumpang dan barang, dan/atau penduduk atau merugikan harta benda milik orang lain sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah)".

3. Penerbangan Balon Udara Tradisional dengan cara ditambatkan selama Pandemi Covid-19 ditiadakan.

Masyarakat diimbau senantiasa mematuhi aturan dan anjuran dari pemerintah, serta mendukung upaya memutus rantai penyebaran virus corona dengan selalu menjaga jarak, tidak berkerumun, selalu pakai masker jika keluar rumah saat mendesak dan rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.