Optimalisasi Pencegahan Covid-19, Setiap Wisatawan Luar Kabupaten Wonosobo Wajib Tunjukan Hasil Rapid Test atau Swab Test



WONOSOBO (FOKUSSABA)- Setiap wisatawan yang berasal dari luar Kabupaten Wonosobo yang hendak melakukan kunjungan wisata ke Kabupaten Wonosobo diwajibkan dalam kondisi sehat, dengan menunjukkan hasil rapid test atau swab test. Hal itu sebagai upaya optimalisasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Kabupaten Wonosobo.

Dalam siaran pers yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo, wisatawan ke Wonosobo harus memiliki dan menunjukan hasil non reaktif dari pemeriksaan test cepat/RDT COVID-19 atau hasil negatif dari pemeriksaan RT PCR terhitung sejak 14 hari dilakukan pemeriksaan. Hal itu berlaku mulai tanggal 19 Agustus 2020.

Selain itu, kata dia, setiap pengelola atau penanggungjawab usaha pariwisata harus menjamin dan memastikan penerapan protokol kesehatan wajib bermasker, mencuci atau membersihkan tangan, dan menjaga jarak aman. "Wajib jaga jarak aman dapat diterapkan dengan melaksanakan jaga jarak minimal 1,5 meter antar sesama petugas dan antar pengunjung/wisatawan," ujarnya.

Dia menyebut, pemenuhan jaga jarak aman tidak lagi dilakukan dengan menghitung melalui perkalian prosentase dari kapasitas maksimal. Selain itu, Pemkab Wonosobo juga mengharapkan Perum Perhutani dan badan usaha lainnya yang melakukan kerjasama atau pemberdayaan masyarakat untuk penyelenggaraan usaha pariwisata di Kabupaten Wonosobo, agar membantu dan memberikan fasilitas dan sarana yang diperlukan dalam optimalisasi penerapan protokol kesehatan atau melalui upaya-upaya konkrit lainnya dalam upaya bersama.

Hal itu dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19 di destinasi wisata Kabupaten Wonosobo. Dalam poin evaluasi pelaksanaan ujicoba penerapan protokol kesehatan bagi penyelenggaraan usaha pariwisata, Sekda menyebut, menjadi upaya dan tanggungjawab bersama agar segera dilakukan hal-hal konkrit untuk pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Kabupaten Wonosobo.

Konkritnya yakni, melalui penerapan protokol kesehatan menghadapi adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman terhadap COVID-19. Pihaknya menilai, masih menjadi permasalahan bersama dalam melakukan penataan dan memanajemen ledakan kunjungan wisatawan di saat yang bersamaan, sehingga protokol kesehatan sulit untuk dapat diterapkan dengan baik dan benar.

"Khususnya protokol kesehatan dasar wajib bermasker, wajib mencuci/ membersihkan tangan, wajib menjaga jarak aman, dan wajib sehat yang dibuktikan dengan dokumen surat keterangan sehat dari daerah asal wisatawan," tutur Sekda yang juga merupakan Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Wonosobo.

Sementara sejumlah pengelola jalur pendakian dalam surat terbuka yang diposting di sejumlah akun basecamp menyarankan, kepada pemerintah daerah, antara lain pertama, membuat regulasi bukan sekedar pers release dengan turunan yang mengatur pelaksanaannya. Kedua, berkomunikasi dengan kabupaten sebelah yang memiliki lokasi wisata berdampingan bahkan ke satu titik.

Ketiga, mencabut regulasi lama bukan langsung pers release dan menerbitkan aturan baru. Keempat, mengatur protokol tidak hanya sektor pariwisata apa kabar fasilitas umum milik pemerintah daerah pasar dan fasilitas umum serta titik keramain lain. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.