Ujicoba Penerapan Protokol Kesehatan bagi Penyelenggaraan Usaha Pariwisata di Wonosobo Dievaluasi



WONOSOBO (FOKUSSABA)- Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama jajaran lain melakukan evaluasi pelaksanaan ujicoba penerapan protokol kesehatan bagi penyelenggaraan usaha pariwisata, dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Kabupaten Wonosobo, Rabu (19/8) kemarin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo menyebutkan, evaluasi dilakukan menyikapi perkembangan COVID-19 di Kabupaten Wonosobo per tanggal 19 Agustus 2020. Antara lain, data pasien terkonfirmasi positif 140 orang dengan 92 orang sembuh, 3 orang meninggal dunia, dan 45 orang masih dalam perawatan.

Selain itu, dalam rangka upaya mencapai keseimbangan menjaga kesehatan serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Maka pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2020 bertempat di Ruang Mangunkusumo Setda Kabupaten Wonosobo dilakukan rapat evaluasi ujicoba penerapan protokol kesehatan khususnya bagi penyelenggaraan wisata pendakian gunung, dan penyelenggaraan wisata secara umum lainnya.

Menurut dia, rapat evaluasi itu dihadiri Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten, Satuan Tugas COVID-19 Kecamatan khususnya di Kecamatan Kejajar, Garung, Mojotengah, Kertek, dan Kalikajar, pengelola basecamp pendakian gunung di wilayah pemangkuan KKPH Kedu Utara, dan JMB Perhutani/KKPH Kedu Utara, dan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo selaku Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten.

Disebutkan beberapa point evaluasi antara lain; menjadi upaya dan tanggungjawab bersama agar segera dilakukan hal-hal konkrit untuk pencegahan dan pengendalian COVID-19 di Kabupaten Wonosobo. Konkritnya yakni, melalui penerapan protokol kesehatan menghadapi adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman terhadap COVID-19.

Kemudian, pihaknya menilai masih menjadi permasalahan bersama dalam melakukan penataan dan memanajemen ledakan kunjungan wisatawan di saat yang bersamaan, sehingga protokol kesehatan sulit untuk dapat diterapkan dengan baik dan benar. "Khususnya protokol kesehatan dasar wajib bermasker, wajib mencuci/ membersihkan tangan, wajib menjaga jarak aman, dan wajib sehat yang dibuktikan dengan dokumen surat keterangan sehat dari daerah asal wisatawan," tutur dia dalam siaran persnya.

Kemudian, surat keterangan sehat dari daerah asal yang dipersyaratkan selama ini, kata dia dinilai tidak dipatuhi wisatawan dengan baik, salah satunya dengan banyaknya permintaan pelayanan Surat Keterangan Sehat dari wisatawan ke dinas kesehatan/ rumah sakit/ puskesmas/ klinik kesehatan atau pihak yang direkomendasikan di Kabupaten Wonosobo. Hal itu dipandang justru menambah beban kerja tenaga kesehatan yang jumlahnya sangat terbatas dan harus dijaga keberadaannya dari potensi terinfeksi COVID-19.

Selain itu, menjadi kekhawatiran semua pihak akan potensi terjadinya kluster COVID-19 di tempat-tempat wisata saat penerapan protokol kesehatan tidak dapat diterapkan dengan baik dan benar, sehingga mengancam keselamatan dan keamanan masyarakat yang akan berdampak terhadap kondisi masyarakat produktif yang mulai bergeliat. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.