Kasus Covid-19 Melonjak, Eks Gedung Kantor Dispaperkan Jadi Gedung Karantina Keempat


Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanaganan Covid-19 Kabupaten, dr Muhammad Riyatno saat meninjau persiapan eks kantor Dispaperkan, Selasa (8/9/2020).

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Wonosobo melonjak drastis. Penambahan kasus virus menular tersebut memaksa pemerintah membuka fasilitas gedung karantina baru. Tiga gedung sebelumnya berfungsi optimal yakni BLK Kertek, SKB Sidojoyo dan Bapelkes Provinsi Jawa Tengah.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanaganan Covid-19 Kabupaten, dr Muhammad Riyatno menyebutkan, setelah melalui berbagai pertimbangan, eks kantor Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispaperkan), akhirnya dipilih sebagai gedung karantina keempat, yang diproyeksikan berfungsi penuh dalam dua hari kedepan.

Menurut dia, opsi untuk menambah gedung karantina didasarkan pada situasi terakhir, dimana pertambahan kasus positif mencapai angka 50 orang pada Senin (7/9) dan 16 orang lagi pada Selasa (8/9). Dari penambahan luar biasa dalam sepekan terakhir ini, total akumulasi kasus di Kabupaten Wonosobo telah mencapai 340, dengan rincian 239 dalam perawatan, 174 dinyatakan sembuh, dan 4 orang meninggal dunia.

Hal itu diungkapkan dr Riyatno ketika ditemui di sela meninjau persiapan eks kantor Dispaperkan, Selasa (8/9/2020). Dengan jumlah 239 orang tersebut, kapasitas ruang perawatan di 3 Rumah Sakit, ditambah 3 gedung karantina sementara, diakui pria yang saat ini juga sebagai Pelaksana Tugas Kadinkes Kabupaten itu tidak lagi mencukupi.

Dengan kebijakan pemerintah daerah, dimana seluruh pasien konfirmasi positif Covid-19 harus dipusatkan di rumah sakit dan gedung karantina sementara, tambahan gedung eks Dispaperkan dengan kapasitas tampung sekitar 40 orang memang harus dipenuhi.

Ia berharap adanya tambahan lokal eks Dispaperkan dapat mengakomodasi seluruh pasien dengan baik, dan secepatnya mereka diberikan kesembuhan. Saat ini, kata dia, kendala lain adalah pertambahan kasus yang dari ke hari sulit diprediksi, rerata kesembuhan pasien lebih kecil dari penambahan kasus.

"Saat ini masih ada ratusan sampel uji swab yang belum memunculkan hasil, tentu juga perlu antisipasi lagi tambahan gedung,” lanjutnya. Dijelaskan, Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Sidojoyo juga kemungkinan akan dicoba untuk diperluas fungsinya apabila memang kedepan jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Wonosobo terus bertambah.

Senada, Kepala Bagian Umum Setda, Supriyadi yang turut dalam peninjauan persiapan eks Dispaperkan, mengakui pihaknya harus bekerja ekstra cepat dalam upaya memberikan fasilitas perawatan yang layak bagi para penderita Covid-19.

“Waktu persiapan baru bisa dimulai hari ini, dan secepatnya atau dalam 2 hari kedepan harus sudah siap digunakan, tentu saja kami juga membutuhkan bantuan dari banyak pihak, bahkan sampai unsur TNI juga turut terlibat,” ungkapnya.

Sejumlah fasilitas selain kebutuhan tempat tidur, ruang jaga tenaga medis, fasilitas kamar mandi serta mushola, menurut Supriyadi masih dalam tahap penyelesaian dan diharapkan bisa tuntas secepatnya.

Mengingat sudah lebih dari 2 bulan ditinggalkan, upaya pembersihan baik di dalam maupun di lingkungan sekitar eks gedung Dispaperkan tersebut, diakuinya cukup menguras waktu dan tenaga, namun dengan semangat dan motivasi untuk segera menuntaskan Covid-19 di kota tercinta, ia optimis semua dapat dipenuhi tepat waktu. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.