Pemkab Wonosobo Kembali Berlakukan Kebijakan Kerja dari Rumah dengan Sejumlah Persyaratan


Pelaksanaan rapid test massal mandiri yang dilakukan bagi karyawan/ karyawati di Diskominfo Wonosobo, Jumat (11/9) tadi.

WONOSOBO (FOKUSSABA)- Pemerintah Kabupaten Wonosobo kembali memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dengan sejumlah persyaratan. Salah satu yang dipersyaratkan, yakni bagi aparatur sipil negara (ASN) yang hasil rapid diagnostic test (rapid test) Covid-19 mandirinya dinyatakan reaktif.

Jika ASN dinyatakan reaktif, mereka diwajibkan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari sembari menunggu hasil uji swab. Ketentuan itu telah diatur dalam Surat Edaran Bupati Nomor 160/179/Org tentang Sistem Kerta ASN Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo Tahun 2020.

Dalam ketentuan itu, jumlah maksimal ASN yang berada di kantor, atau work at office pada setiap organisasi pimpinan daerah (OPD), sebagaimana diatur dalam SE tersebut maksimal adalah 50 persen, dengan jadwal diatur pimpinan masing-masing. Hal itu karena Kabupaten Wonosobo masuk dalam zona berkategori sedang, sesuai dengan data zonasi resiko terbaru yang dikeluarkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Selain ASN yang telah menjalani rapid test dan menunjukkan hasil reaktif, sistem kerja WFH juga diijinkan bagi para pegawai yang berada pada kategori rentan, lantaran memiliki riwayat komorbiditas potensi pada usia lebih tua, adanya penyakit penyerta seperti gangguan jantung, ginjal, hipertensi hingga gangguan paru, maupun penyakit autoimmun dan kehamilan.

Untuk kategori tersebut, yang bersangkutan mesti menyertakan bukti pendukung dari dokter spesialis sesuai riwayat penyakitnya. Dalam surat edaran yang diterbitkan pada 10 september 2020 tersebut, diatur pula ketentuan bagi OPD yang di dalamnya terdapat pegawai terkonfirmasi Covid-19 positif, maka seluruh ASN maupun tenaga non ASN wajib bekerja darirumah selama 3 hari penuh, dengan maksud selama 3 hari tersebut, kantor akan dilakukan sterilisasi dengan desinfektan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, Eko Suryantoro mengaku sudah menerima SE nya dan siap ditindaklanjuti, salah satunya dengan pelaksanaan rapid test mandiri bagi seluruh ASN dan Non ASN di lingkup Diskominfo pada hari ini. Demi menekan potensi resiko penyebaran Covid-19 di lingkup Diskominfo, Eko mengaku meminta rapid test lebih awal sehingga apabila memang ada yang menunjukkan hasil reaktif bisa diketahui secepatnya dan dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Doa kami tentu semua rekan-rekan ASN maupun non ASN yang ada di Diskominfo aman dari Covid-19, alias hasil rapid test non reaktif sehingga tidak diperlukan lagi uji swab atau isolasi mandiri,” lanjutnya. Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa apapun hasil yang akan diterima para pegawai dari uji tes cepat yang dilaksanakan oleh petugas dari Puskesmas Selomerto itu, bisa diterima dengan tenang.

Hal itu karena rapid test bukanlah satu-satunya alat untuk menentukan apakah yang bersangkutan menderita Covid-19 atau tidak. “RDT ini, sebagaimana telah diatur dalam Surat Edaran Bupati Wonosobo Nomor 360/171/2020 diupayakan sebagai bentuk dari deteksi dini sehingga ada antisipasi lebih awal dari kalangan ASN di lingkup Pemkab,” pungkasnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.