Sebanyak 4.232 Warga Terjaring Tak Patuhi Protokol Kesehatan di Kabupaten Wonosobo


Petugas Satpol PP Wonosobo mengawasi sejumlah pelanggar protokol kesehatan dengan sanksi sosial membersihkan lingkungan perkotaan, Senin (21/09/2020)

WONOSOBO FOKUSSABA.COM- Sebanyak 4.232 warga terjaring tak mematuhi protokol kesehatan di wilayah Kabupaten Wonosobo. Data tersebut dicatat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonosobo, selama pelaksanaan operasi penegakan protokol kesehatan bersama tim gabungan hingga pekan ketiga bulan September 2020.

Kepala Satpol PP Wonosobo, Haryono melalui Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Hermawan Animoro mengungkapkan, pihaknya terus menggencarkan operasi penerapan protokol kesehatan, guna mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19 yang saat ini telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia di Kabupaten Wonosobo.

"Satpol PP bersama TNI-Polri dan sejumlah unsur di Gugus Tugas Kabupaten Wonosobo terus melakukan operasi protokol kesehatan. Hingga pekan ketiga bulan September, Tim Gabungan telah menjaring sebanyak 4.232 warga yang tak patuh," ungkapnya saat dikonfirmasi detakjateng.com, Senin (21/09/2020).

Dia menyebut sejumlah lokasi pusat keramaian, mulai dari kawasan kota hingga ke wilayah-wilayah dengan kerawanan tinggi menurutnya juga akan terus disisir. Sasaran operasi, selain warga tak patuh protokol kesehatan juga tempat-tempat usaha yang diketahui belum melengkapi fasilitas pendukung seperti tempat cuci tangan, aturan jaga jarak hingga beroperasi di luar batas jam malam.

Lebih lanjut dia menyebutkan, pada Senin tadi, tak kurang dari 40 warga yang terjaring operasi penegakan protokol kesehatan mendapatkan sanksi sesuai Perbup 38 2020. Mereka mulai diberikan sanksi sosial membersihkan lingkungan Pasar Induk Wonosobo. Sebelumnya, mereka diberikan pembinaan di kantor Satpol PP demi memberikan pemahaman terkait pentingnya menaati protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran COVID 19 di Kabupaten Wonosobo.

Menurutnya, upaya memberikan sanksi administratif berupa giat bersih-bersih lingkungan pasar diberikan agar mereka yang telah melanggar aturan prokes, serta tidak menaati jam malam, kedepan tak lagi mengulangi kesalahannya. Penerapan sanksi masih sebatas administratif berupa hukuman sosial dengan turut membantu upaya menjaga kebersihan sekitar pasar induk dan kawasan Kota, dan ini untuk menggugah kesadaran akan bahaya virus corona.

Nantinya, pihak Satpol PP menurut Hermawan akan menambah sanksi tersebut, diantaranya dengan mewajibkan setiap pelanggar untuk membersihkan sungai, selokan maupun got. Diharapkan, masyarakat dengan kesadaran sendiri mentaati peraturan pemerintah dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.