Unik, Bupati dan Forkompimda Temanggung Ajak Penerapan 3M Pakai Kostum Pewayangan

Bupati Temanggung HM Al Khadziq bersama Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo dan jajaran lain melakukan sosialisasi 3M kepada pedagang pasar menggunakan kostum pewayangan, Minggu (6/9) pagi.

TEMANGGUNG (FOKUSSABA)- Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Temanggung gencar melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan. Bupati Temanggung HM Al Khadziq, Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo, Komandan Kodim 0706, Wakapolres Temanggung, Asisten Bupati Temanggung, Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung dan Pelaku Seni di Temanggung melakukan sosialisasi 3 M kapada masyarakat lewat seni dan budaya, Minggu (6/9) pagi.

Sosialisasi dilaksanakan di Pasar Kliwon Temanggung dan Pasar Legi Parakan. Yang menarik dari sosialisasi ini, yakni kostum yang mereka kenakan dengan memakai kostum karakter pewayangan. Bupati Temanggung memerankan tokoh Kresna Raja Dwarawati sedang wakil bupati memerankan tokoh Puntadewa, Raja Amarta. Kapolres Temanggung dan Komandan Kodim memerankan dua ksatria kembar Pandawa yaitu Nakula dan Sadewa.

Sementara Staff Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Lingkungan Hidup yang berperawakan tinggi besar memerankan tokoh Werkudara. Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM, Pendidikan dan Kebudayaan memerankan tokoh Arjuna dan Sekretaris Daerah memerankan tokoh Setyaki. Pemilihan tokoh pewayangan ini tidak lepas dari filosofi yang terkandung dari watak wayang tersebut. Kresna dan Puntadewa sama-sama memiliki watak sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Nakula Sadewa dua kesatria sakti yang penuh kebijaksanaan, Werkudara kesatria gagah berani yang jujur, Arjuna pangeran tampan sakti mandraguna pelindung negara, serta Setyaki, tangan kanan Prabu Kresna yang harta dan nyawanya ia ikhlaskan untuk negara. Ini semua mengisyaratkan, Bupati, Wakil Bupati dan segenap jajarannya dengan segala daya upaya akan selalu melindungi dan memberikan pengayoman kepada masyarakat Temanggung yang tengah menghadapi pandemi Covid-19.

Bupati Temanggung HM Al Khadziq menyebutkan, pihaknya tidak akan henti-hentinya mengingatkan masyarakat, agar selalu melaksanakan protokol kesehatan dalam segala aktivitas mereka. Penerapan yang dilakukan seperti halnya dengan melakukan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, dalam setiap aktivitas masyarakat, sehingga perekonomian masyarakat tetap tumbuh dan berjalan tetapi penyebaran covid-19 bisa diminimalkan bahkan bisa dihilangkan.

Sosialisasi melalui seni budaya ini dikandung maksud tetap nguri-uri seni budaya dengan harapan dunia seni di Temanggung bisa bergeliat kembali. Pekerja seni yang menggantungkan hidupnya dari berkesenian bisa kembali beraktifitas dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Bupati juga mengajak masyarakat untuk tidak bosen selalu menaati protokol kesehatan. "Selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak agar rantai penularan covid-19 ini terputus, Temanggung bergerak tak bisa dikalahkan," ajaknya.

Ditempat yang sama, Slamet (35) seorang pekerja seni mengaku merasa sangat bergembira dilibatkan dalam acara ini. "Selain kami bisa ikut berkontribusi dalam pencegahan penularan Covid-19, acara ini menjadi semacam pelampiasan "nafsu" bagi kami, karena selama covid-19 ini mewabah, belum pernah sekalipun kami bisa mengekspresikan diri melalui seni yang sudah menjadi bagian hidup kami, " terangnya.

Sementara Tarmidi (28) tahun, salah satu pedagang Pasar Kliwon menyambut baik sosialisasi dengan dibarengi pertunjukan seni dengan standar protokol kesehatan tersebut. "Tentu saja acara ini bisa menjadi salah satu contoh protokol kesehatan dalam sebuah seni pertunjukan," ujarnya. Ia juga berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung yang sudah berusaha keras agar pandemi Covid-19 bisa atasi tetapi perekonomian masyarakat tetap berjalan. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.