Belasan Rumah di Desa Keseneng Rusak Disapu Angin Puting Beliung


Sejumlah personel BPBD dan elemen lain membantu warga melakukan gotong royong memperbaiki rumah warga yang terdampak angin puting beliung, Minggu (11/10/2020). (Foto: Dok BPBD Wonosobo)

WONOSOBO (FOKUSSABA.COM) Belasan rumah di Desa Keseneng, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo disapu angin puting beliung. Warga bersama personel gabungan telah melakukan gotong royong untuk memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan, Minggu (11/10/2020. Selain kerusakan pada bagian atap, terdapat rumah warga rusak tertimpa pohon tumbang.

Camat Mojotengah, Bandriyo mengungkapkan, angin kencang yang melanda Desa Keseneng, Kecamatan Mojotengah terjadi pada Sabtu (10/10) menimbulkan kerusakan pada puluhan rumah milik warga setempat. "Ada tiga rumah warga yang rusak kategori berat, dan sembilan lainnya rusak ringan dan dari perhitungan sementara, kerugian materi ditaksir mencapai Rp 25 juta," ujarnya Minggu (11/10/2020).

Upaya perbaikan secara gotong royong dilakukan. Warga juga masih tetap waspada dengan kemungkinan datangnya kembali puting beliung. Menurutnya, angin puting beliung, biasa melanda kawasan Desa Keseneng di waktu-waktu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Karena itu, ia juga mewanti-wanti kepada warga agar berhati-hati dengan bahaya yang mungkin muncul.

Diharapkan masyarakat saling membantu apabila ada sesama yang membutuhkan. Dari pendataan oleh perangkat Desa Keseneng, tiga rumah rusak kategori berat adalah milik Tuharto dan Komarudin di RW 3, dan Muhyadi di RW 4. Sementara sembilan rumah rusak ringan, enam di RW 3 dan tiga lainnya di RW 4. "Sebagian besar kerusakan terjadi di bagian atap rumah yang rata-rata merupakan papan seng yang mudah terbang saat disapu angin kencang," lanjutnya.

Atas terjadinya musibah tersebut, Bandriyo juga mengaku telah melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk dapat ditindaklanjuti. Selain di Desa Keseneng, angin kencang juga membuat satu rumah warga Dusun Pagersampang, Desa Pagerejo Kecamatan Kertek rusak dan menimbulkan kerugian materi sekitar Rp 15 juta.

Camat Kertek, Muhammad Said menyebutkan kerusakan di bagian dapur rumah Haryosetoko di RT 6 / RW 5 itu diakibatkan tertimpa pohon beringin besar tumbang setelah disapu puting beliung pada Sabtu (10/10). "Kerusakan memang cukup berat, namun hanya pada bagian dapur, namun demikian warga masih bersyukur karena tidak sampai timbul korban jiwa," ujarnya Minggu (11/10/2020).

Sementara Anggota Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Sabarno meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana. Peralihan musim kemarau ke hujan, berpotensi menyebabkan terjadinya berbagai bencana alam di daerah rawan bencana.

Perubahan musim, dari kemarau menuju hujan, harus waspada hujan deras disertai petir, angin puting beliung maupun angin kencang serta pohon tumbang. Selain bencana-bencana itu, kewaspadaan yang tak kalah penting untuk terus ditingkatkan adalah kewaspadaan yang bermukim di daerah rawan longsor. Karena hampir seluruh wilayah kecamatan di Wonosobo rawan longsor. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.