Klaim Covid-19 Wonosobo ke BPJS Kesehatan Capai Rp 58,79 Miliar


Sejumlah petugas BPJS Kesehatan berinteraksi dengan warga masyarakat peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kantor BPJS Kesehatan. (Foto: Dok)

WONOSOBO (FOKUSSABA.COM)- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kebumen mencatat, jumlah pengajuan klaim Covid-19 di Kabupaten Wonosobo mencapai total Rp 58.794.121.500. Klaim tersebut merupakan pengajuan yang dilakukan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang diupdate per tanggal 29 September 2020.


Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kebumen, Wahyu Giyanto mengungkapkan, total kasus Covid-19 yang diklaimkan ada sebanyak 500 kasus dengan biaya mencapai Rp 58.794.121.500. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi dan disetujui sebesar 477 kasus dengan persentase biaya mencapai Rp 52.493.966.200.

"Untuk yang masih dalam proses verifikasi mencapai Rp 3.698.722.400. Kasus Covid-19 semakin hari semakin mengalami peningkatan. FKRTL menjadi salah satu stakeholder layanan kesehatan Covid-19, telah memberikan layanan maksimal bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai instansi yang diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk verifikasi klaim Covid-19," ujarnya.

Pihaknya memberikan apresiasi kepada FKRTL yang sudah mengajukan klaim Covid-19. Selain Wonosobo, update data klaim Covid-19 per 29 September 2020 untuk Kabupaten Kebumen pengajuan klaim Covid-19 sebanyak 328 kasus yang mencapai biaya Rp 22.849.289.600, selesai verifikasi dan disetujui sebanyak 317 kasus dengan biaya Rp 20.468.195.600 dan masih proses verifikasi Rp 1.128.671.300.

Untuk Kabupaten Purworejo jumlah kasus mencapai 188 kasus dengan biaya Rp 16.479.653.700, selesai verifikasi dan disetujui sebanyak 178 kasus dengan persentase biaya Rp 15.272.487.900 dan masih proses verifikasi sebesar Rp 1.207.165.800. Wahyu menambahkan, klaim yang belum disetujui masuk kategori dispute klaim dan kriteria dispute diatur dalam Surat Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/446/2020.

Antara lain, terdiri dari berkas tidak lengkap, kriteria penjaminan dan diagnosa komorbid tidak sesuai ketentuan. Alur dari klaim Covid-19 yaitu dari FKRTL mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan. Kemudian BPJS Kesehatan menerima, melakukan verifikasi dan muncul BA Verifikasi selama tujuh hari kerja. Kemudian klaim tersebut langsung diajukan kepada Kemenkes untuk direalisasikan pembayaran dengan uang muka maksimal 50 persen dari klaim.

Lebih lanjut dia menjelaskan, di tengah Pandemi Covid-19 yang jumlah kasus terkonfirmasi positif menunjukkan peningkatan setiap harinya, BPJS Kesehatan juga terus melakukan upaya agar semua pekerjaan dapat dilakukan secara online. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan rekredensialing online.

Kegiatan rekredensialing biasanya dilakukan dalam rangka perpanjangan kerja sama dengan fasilitas kesehatan (Faskes) dengan mendatangi satu per satu untuk melihat langsung sarana dan prasarana yang dimiliki. Hal ini tentu tidak sejalan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid 19 jika masih dilakukan sehingga solusi yang paling tepat adalah rekredensialing secara online. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.