Terjaring Operasi Jam Malam, Alat Masak 15 PKL di Leksono Diamankan


Petugas gabungan melakukan operasi penegakan aturan jam malam di wilayah Kecamatan Leksono hingga Minggu (4/10) dini hari.

LEKSONO (FOKUSSABA) Sebanyak 15 pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Kecamatan Leksono, Wonosobo terjaring operasi jam malam, Sabtu (3/10) petang hingga Minggu (4/10) dini hari. Mereka kedapatan tetap membuka usahanya dan tidak mematuhi larangan beraktivitas di atas pukul 22.00 WIB.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Wonosobo, Sunarso menyebutkan, seiring terus bertambahnya kasus virus corona, tim Satuan Tugas Pencepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonosobo terus berupaya memutus mata rantai penularan Covid-19.

Satgas berupaya memberikan sosialisasi dan menggiatkan operasi penegakan protokol kesehatan hingga ke wilayah-wilayah. Tak hanya pagi dan siang saja, tim penegakan protokol kesehatan juga tetap bergerak di malam hingga dinihari.

Menurut dia, Satpol PP Wonosobo bersama Tim Gabungan dari unsur TNI-Polri berupaya menyisir wilayah Leksono, Sabtu malam hingga Minggu dinihari. Hal itu demi menyadarkan warga masyarakat untuk menaati protokol kesehatan dan jam malam sesuai Perbup Nomor 38 Tahun 2020 tentang masa Adaptasi Kebiasaan baru (AKB).

Di wilayah Leksono, meski tingkat penularan Covid-19 tergolong sedang, yaitu mencapai 26 orang, dengan 21 diantaranya telah dinyatakan sembuh, pihaknya tetap memerlukan pengawasan dan penguatan kesadaran warga. Hal itu agar angka konfirmasi positif tak semakin bertambah.

Saat operasi, pihaknya masih menemukan ada setidaknya 15 pedagang kaki lima yang tidak mematuhi larangan beraktivitas di atas pukul 22.00 WIB. "Kepada mereka yang terjaring operasi, para petugas kemudian melakukan penegakan sanksi dengan mengamankan perlengkapan memasak serta identitas dirinya," ujarnya Minggu (4/10).

Untuk pembinaan lebih lanjut, warga yang tak patuh terhadap ketentuan pencegahan Covid-19 tersebut akan diminta untuk hadir di Kantor Satpol PP Wonosobo pada Senin (5/10) esok. Diharapkannya, setelah ada upaya pembinaan, warga akan lebih sadar dan paham perihal pentingnya peran mereka dalam pencegahan virus Corona. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.