Geruduk Lokasi Penambangan, Warga Kwadungan Kledung Tolak Aktivitas Galian C Liar

Sejumlah pemuda dan warga Desa Kwadungan Gunung dan Jurang membentangkan spanduk menolak aktivitas galian c. (Foto: Istimewa)

TEMANGGUNG FOKUSSABA.COM- Masyarakat Desa Kwadungan Gunung dan Jurang Kecamatan Kledung menolak aktivitas galian c di wilayah desanya, Jumat (8/1/2021). Ratusan pemuda, masyarakat dari berbagai elemen dan organisasi kepemudaan di Desa Kwadungan Gunung dan Jurang melakukan aksi penolakan dengan mendatangi di lokasi penambangan galian c.

Mereka kemudian membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan, 'Stop penambangan liar berdalih reklamasi', 'Masyarakat Kwadungan Gunung menolak penambangan pasir' dan tulisan lainnya yang intinya menolak aktivitas penambangan pasir. Mereka menolak aktivitas galian c bukan tanpa dasar, namun akibat dari penambangan pasir ilegal masyarakat sangat dirugikan.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor PAC Kledung, Taoufik Widodo mengungkapkan, tidak hanya organisasi kepemudaan saja, namun semua lapisan masyarakat di Kwadungan Gunung dan Jurang, tegas menolak aktivitas penambangan pasir di lokasi itu. Untuk aktivitas penambangan pasir yang berada di Desa Kwadungan Gunung dan Jurang tersebut sebenarnya sudah berhenti kurang lebih 10 tahun lalu.

"Setelah berhenti 10 tahunan, kemudian kembali beraktivitas dalam waktu kurang lebih 10 hari terakhir. Masyarakat awalnya tidak tahu adanya aktivitas penambangan kembali, kemudian alat berat datang untuk melakukan penambangan pasir di lokasi tersebut, dan juga banyak truk pengangkut pasir yang sering mengantri di lokasi itu," ungkapnya.

Saat ratusan pemuda dan warga datang ke lokasi galian, aktivitas penambangan masih berlangsung. Kemudian mereka berhenti setelah pemuda datang bersama masyarakat. Truk yang sebelumnya mengantri juga langsung bubar. Dikatakan, penolakan terhadap aktivitas galian c ini bukan tanpa dasar, namun akibat dari penambangan pasir ilegal ini masyarakat sangat dirugikan.

Jalan usaha tani yang berada tepat di atas galian c, dinilai terancam longsor dan yang paling parah menyusutnya debit mata air di kedua desa itu. "Kemarin tebing penahan jalan usaha tani sudah mulai longsor, masyarakat takut jika aktivitas ini tidak dihentikan akan mengancam jalan usaha tani yang satu-satunya akses menuju lahan pertanian," jelasnya.

Selain atas dasar tersebut lanjutnya, penolakan terhadap penambangan pasir ilegal ini karena sesuai dengan Peraturan daerah (perda) Temanggung Kecamatan Kledung adalah daerah penyangga dan bukan termasuk daerah tambang pasir. Dengan adanya aturan tersebut, artinya aktivitas penambanag pasir dilarang keras di wilayah Kecamatan Kledung.

"Wilayah Kecamatan Kledung ini daerah resapan dan penghijauan, dalam perda juga sudah jelas melarang. Kami masyarakat Kecamatan Kledung menolak aktivitas pengalian pasir, apalagi dilakukan ilegal," tandasnya.

Ketika ditanya terkait dengan pelaku penambangan sendiri, ia menuturkan, pihaknya tidak mengetahui siapa yang mulai melakukan penambangan pasir dilokasi tersebut. Namun dugaan kuat bukan orang dari Kabupaten Temanggung. "Dugaan kami bukan orang asli Temanggung, saat kami datang mereka langsung bubar, operator alat berat juga mengakui kalau daerah itu memang dilarang dan langsung pergi," tuturnya.

Sementara itu Kepala Seksi Kesra Desa Kwadungan Jurang Kecamatan Kledung, Faizun Rohman menuturkan, sampai saat ini tidak ada izin resmi untuk melakukan penambangan pasir di wilayahnya. "Bukan hanya izin dari desa saja, dari kecamatan dan kabupaten juga tidak ada izin resmi untuk melakukan penambangan pasir," ujarnya. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.