Hati-hati !!! Kasus Penipuan Modus Pesan Makanan dan Minta Pulsa Marak di Wonosobo


Anggota Polsek Kertek melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pengelola rumah makan, Jumat (8/1/2021). (Foto: Humas Polsek Kertek)

WONOSOBO FOKUSSABA.COM- Kasus penipuan dengan modus memesan puluhan nasi bungkus dan meminta sejumlah pulsa semakin marak di wilayah Wonosobo beberapa pekan terakhir. Setelah menyasar beberapa instansi rumah sakit di Kabupaten Wonosobo akhir 2020 lalu, pelaku penipuan nekad mencatut instansi kepolisian pada Jumat (8/1/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Polsek Kertek Wonosobo, pada hari ini sudah ada tiga korban pemesanan palsu. Selain memesan makanan, pelaku juga meminta pulsa kepada para korbanya. Bahkan, menurut keterangan korban, ada pelaku mencatut instansi Polsek Kertek, yakni melakukan pemesanan 20 nasi bungkus dan meminta pulsa dengan atas nama Polsek Kertek.

"Tahun 2021 mari kita lebih cerdas. Croscek dulu ya. Hari ini nomer Polsek Kertek (0286) 329016 mendapat telepon dari rumah makan menanyakan apakah bener memesan 20 nasi bungkus dan meminta pulsa yang mengatasnamakan Polsek Kertek," ujar Kapolsek Kertek AKP Sutopo dalam keterangan pers yang diterima fokussaba.com, Jumat (8/1/2021) petang.

Dijelaskan, dari telepon tersebut, pihaknya membenarkan langkah yang diambil pihak rumah makan. Karena, sebelum menyediakan makanan dan mengantarkannya ke lokasi yang dituju, pengelola rumah makan melakukan konfirmasi ke Polsek Kertek. Hal itu dikarenakan mereka menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal.

"Dari kejadian tersebut, kami menyampaikan bahwa Polsek Kertek tidak melakukan pemesanan berupa apapun. Bilamana pesan kami akan datang, ataupun telepon dengan nomor pribadi yang dikenal oleh yang dipesan barang. Mohon konfirmasi kepada kami di nomor (0286) 329016 bila merasa ragu-ragu atau janggal terkait pemesanan barang," jelasnya.

Pihaknya mencatat, pada hari ini memang sudah ada tiga korban yang mengaku mendapatkan pemesanan palsu. Selain pesan makanan, pelaku juga meminta pulsa. Diduga pelaku ingin mengelabuhi korbannya dengan meminta dibelikan pulsa, saat pihak penghantar makanan hendak mengirimkan pesanan ke lokasi tujuan. Dengan kejadian itu, sejumlah anggotanya dikerahkan untuk menyosialisasikan kepada para pelaku usaha rumah makan atau restoran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus mengenai penipuan dengan modus yang sama pernah dialami sejumlah instansi, seperti halnya layanan kesehatan. Terdapat beberapa rumah sakit menyampaikan ke publik di akun media sosialnya, bahwa ada orang tidak bertanggung jawab melakukan pemesanan makanan atau minuman di rumah makan. Padahal itu tidak benar. (AB)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.