Dinkes Wonosobo Sebut Perlunya Intervensi Tegas Tegakan Regulasi Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, dr M Riyatno saat berbincang dengan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan jajaran pemerintahan lainnya. (Foto: M Abdul Rohman)

WONOSOBO FOKUSSABA.COM- Kasus Covid-19 di Kabupaten Wonosobo saat ini mengalami tren peningkatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo menilai perlu peningkatan kesadaran masyakat dan intervensi yang tegas untuk menegakkan regulasi, dimana untuk zonasi zonasi tertentu sebenarnya sudah ada ketentuannya.

“Perkembangan kasus ini yang patut untuk kita perhatikan, agar disini masyarakat untuk betul betul menjaga diri, setidaknya agar tidak tertular, dengan menjalankan 5M protokol kesehatan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, dr M Riyatno.

Itu sebenarnya hal yang mudah, hanya saja saat ini memang tingkat kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi ini sudah sangat menurun, itu yang menjadi keprihatinan kita bersama. Dan kita upayakan kedepannya edukasi ini lebih kita tingkatkan lagi, agar masyarakat dapat memahami bahwa kondisi ini perlu perhatian serius,” beber dia.

Dia menyampaikan, terkait perkembangan Covid-19 di Kabupaten Wonosobo saat ini dapat dikatakan kita berada di gelombang kedua, persiapan menuju gelombang ketiga dan seterusnya mungkin saja bisa terjadi.
"Anggaplah saat ini kita memasuki gelombang ketiga, karena gelombang pertama dulu dari mulai bulan Maret sampai sebelum lebaran 2020. Sempat kita mengalami kondisi Zero atu Nol kasus sampai 2 bulan setelahnya, tetapi muncul gelombang kedua yang puncaknya kira kira pada bulan November dan Desember 2020," ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, dari bulan Januari hingga Mei 2021, sudah terjadi kenaikan jumlah kasus konfirmasi. Yang terbanyak setelah Lebaran kemarin, yaitu kita sudah mendapatkan kasus sekitar 1.600 kasus positif dari bulan Januari hingga Mei. Dimana itu merupakan lonjakan yang luar biasa. Ini yang kita perlu perhatikan dan cermati, agar kita sama sama sadar saat ini Wonosobo kalau kita mengkondisikan atau menstandardkan pada PPKM Mikro.

"Saat ini kita sudah menemukan 5 Rukun Tetangga (RT) yang statusnya merah, kemudian lebih banyak lagi yang orange. Secara total RT yang berisiko tinggi itu sudah lebih dari 130 RT dari sekitar 6.800 RT yang ada di Wonosobo. Memang masih ditemukan yang statusnya hijau, tetapi kalau ini tidak kita kelola dengan baik pada mereka yang masuk zonasi merah maupun orange, maka ini potensial untuk menyebar kemana mana," terangnya. (M Abdul Rohman)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.