Sekda Wonosobo Minta Faskes yang Layani Rapid dan PCR Laporkan Data Tiap Hari

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo bersama Kepala Dinas Kesehatan, dr Mohamad Riyatno melakukan monitoring di tiga faskes yang ada di Kota Wonosobo. (Foto: M Abdul Rohman)

WONOSOBO FOKUSSABA.COM- Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo meminta kepada fasilitas kesehatan (faskes), yang melayani tes Rapid dan Swab PCR untuk melaporkan data harian melalui Dinas Kesehatan Kabupaten. Dimana laporan tersebut akan digunakan Pemerintah untuk mengetahui data yang lebih valid tentang positivity rate Covid-19, sehingga dengan data yang valid kebijakan yang diambil akan lebih tepat.

Demikian ditegaskan Sekda saat melakukan sidak dan monev ke beberapa Klinik dan Laboratorium Klinik yang ada di Kota Wonosobo, kemarin. "Saya minta semua pemberi pelayanan kesehatan baik klinik atau praktek dokter yang memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test agar memberikan laporan kepada Dinas Kesehatan dalam setiap harinya melalui aplikasi yang sudah disediakan," pintanya.

Dikatakan, jika belum mendapatkan akses secara aktif menghubungi petugas di Dinkes. Kenapa demikian, karena pihaknya ingin mendapatkan data yang lebih valid tentang positivity rate Covid-19, dengan data yang valid kebijakan yang diambil akan lebih tepat. Monitoring tersebut dilakukan untuk memantau klinik-klinik swasta dalam hal pelayanan kesehatan dan terkait perijinanya.

Hal itu untuk mengecek bagaimana sistem pelaksanaan pelayanan yang diberikan faskes kepada masyarakat, terutama dimasa pandemi ini. Sekda di dampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr Mohamad Riyatno, dan Plt Kasat Pol PP, Sumekto, melakukan monitoring di tiga faskes yang ada di Kota Wonosobo, yaitu Klinik PMI, Lab Klinik Annur dan Lab Klinik Prodia.

Kepala Dinas Kesehatan dr M Riyatno mengungkapkan, dari monitoring yang dilakukan ada beberapa rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti, untuk Klinik atau Faskes yang belum mempunyai akun pelaporan pemeriksaan RDT Antigen, diminta untuk segera berproses dalam pembuatan akunnya.

Kepada semua Faskes yang melayani pemeriksaan Rapid Antigen harus melaporkan secara rutin, perharian secara manual (jika belum punya akses ke NAR), semua hasil pemeriksaan rapid antigen tersebut, baik yang negatif maupun positif.

"Kami minta untuk faskes yang belum memiliki akun untuk pelaporan RDT Antigen agar segera memproses pembuatanya, dan melaporkan data rutin perhari semua hasil tes baik yang negatif mauoun yang positif, laporkan secara manual jika belum mempunnyai akses, karena baru sebagian saja yang sudah melakukan laporan," ujarnya.

Selain itu, Kadinkes menyampaikan kepada semua faskes untuk tetap memperhatikan masa berlaku ijin operasional dan ijin tenaga kesehatan yang bekerja, dan harus disesuaikan dengan regulasi yang berlaku. Sehingga nantinya tidak muncul permasalahan dikemudian hari.

"Agar semua faskes memperhatikan masa berlaku ijin operasional dan ijin nakes yang bekerja, disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, sehingga tidak muncul permasalahan dikemudian hari, pintanya," ungkapnya. (M Abdul Rohman)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.