Wabup Wonosobo Minta Pelayan Masyarakat Tak Lelah Terus Berjuang Lepas dari Pandemi

Sekda Wonosobo, One Andang Wardoyo bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, M Riyatno saat berkomunikasi dengan tenaga kesehatan. (Foto: M Abdul Rohman)

WONOSOBO FOKUSSABA.COM- Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menyampaikan, pandemi global ini memang melelahkan, namun sebagai pelayan masyarakat semua diminta agar tidak lelah. Semua harus terus berjuang bersama untuk membawa masyarakat lepas dan beranjak dari pandemi Covid-19 ini.

"Jangan bosan menghadapi situasi pandemi ini, jika kita longgar maka kita akan lemah, dan level kita tidak akan turun dari level 4. Semua institusi di seluruh Indonesia tertuju pada upaya penanganan covid-19, semuanya turut berperan aktif, sehingga konsekuensi kita sebagai pelayan masyarakat tidak boleh capek, kita harus berjuang bersama demi masyarakat dan kita semua, agar segera lepas dari pandemi ini," ungkapnya.

Gus Albar, sapaan akrab Wabup Wonosobo menambahkan, di masa pandemi ini memaksa semuanya untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru. Salah satunya dituntut menggunakan media daring dalam bekerja dan melakukan berbagai aktifitas. "Kita harus membiasakan rapat dengan daring. Dan kami mohon benar-benar untuk diperhatikan, karena saat ini semuanya perlu tindak lanjut cepat dan segera," tutur dia.

Oleh karena itu, ditekankan kepada Kepala Desa atau Lurah, dan semuanya pada saat ada rapat secara daring agar hadir untuk mengikuti sehingga informasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti. Jangan sampai ada informasi yang terputus, bahkan tidak sampai kepada sasaran yang dituju. "Para Kades Lurah silahkan hadir mengikuti daring, agar semua informasi bisa terserap dan bisa tersampaikan kepada masyarakat, jangan sampai ada informasi terputus dan tidak sampai pada sasaran yang dituju," tegasnya.

Kepada Satgas, Wabup minta, agar memperhatikan beberapa permaslahan yang muncul di wilayah dan perlu diantisipasi, seperti banyaknya hajatan, pengajian atau kegiatan lain yang berpotensi mengumpulkan banyak orang. Selain itu, banyak kasus meninggal dunia dengan indikasi terpapar Covid-19, dan penangananya harus dengan penerapan prokes, dan hal ini yang sering menjadi perdebatan.

Oleh karena itu harus ada perlakuan yang sama di semua wilayah sehingga tidak menimbulkan ketimpangan. Semntara untuk mengatasi permasalah perebutan jenazah, pemerintah sudah menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah.

"Kami minta satgas agar memperhatikan permasalahan yang muncul di wilayah. Misalnya hajatan, pengajian dan kegiatan yang memgumpulkan orang banyak yang berpotensi menimbulkan kerumunan, itu yang perlu diantisipasi. Dan yang baru-baru ini terjadi yang viral adalah rebutan jenazah prokes dan nonprokes, maka dari kita sudah menyelenggarakan pelatihan terkait pemulasaraan jenazah," katanya. (M Abdul Rohman)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.