Jangan Terkungkung Pandemi Covid-19, Pemulihan Ekonomi di Wonosobo Harus Terus Digeliatkan

Wakil Bupati Muhammad Albar saat Penutupan Pelatihan Tata Boga Pembuatan Makanan Ringan di RW 07 Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, kemarin. (Foto: M Abdul Rohman)

WONOSOBO FOKUSSABA.COM- Pandemi global Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Wonosobo. Oleh karena itu masyarakat tidak boleh terkungkung dengan kondisi seperti saat ini, namun harus beradaptasi dengan kondisi yang ada dan bersama-sama untuk bangkit.

"Kita tidak boleh diam begitu saja, dengan Covid-19 ini, kita bersama-sama beradaptasi yang baik untuk bangkit, baik dari sektor ekonomi dan lain sebagainya yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita," demikian ditegaskan Wakil Bupati Muhammad Albar saat Penutupan Pelatihan Tata Boga Pembuatan Makanan Ringan di RW 07 Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, kemarin.

Gus Albar, sapaan akrabnya, berharap pelatihan ini dapat meningkatkan taraf perekonomian keluarga, dalam upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini. Karena menurutnya masyarakat Desa Tieng khususnya harus melakukan inovasi dan kreasi, agar tidak hanya mengandalkan dari satu sektor yakni pertanian saja, yang mana saat ini harga dipasaran yang masih labil.

Lebih lanjut Gus Albar mengatakan kaum perempuan desa harus mampu mengeluarkan potensi yang dimilikinya yang selama ini belum tereksplore. "Inilah media untuk mengeluarkan potensi kreasi inovasi para kaum perempuan desa yang selama ini belum dieksplor, ekonomi yang selama ini cuma mengandalkan sektor pertanian kentang, tembakau, dan sayuran yang riskan karena harga pasaran sangat dinamis, kedepan diharapkan ada pemasukan lain selain sektor tersebut," ungkapnya.

Selain itu dengan pelatihan ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk mendapatkan ilmu, bagaimana melihat peluang yang ada di pasar. Sehingga bisa memanfaatkan potensi yang ada untuk menciptakan produk yang lebih inovatif dan vareatif, yang sedang populer dan sedang diminati dipasaran saat ini. Agar mampu mengisi celah, bagaimana menempatkan produknya sehingga dapat lebih menarik.

Dengan harapan produk yang dihasilkan nantinya bisa dikenal dan bisa bersaing di pasar yang lebih luas lagi. "Dengan pelatihan ini, masyarakat desa bisa belajar sehingga mengeluarkan produk-produk inovatif dan vareatif yang dapat bersaing di pasaran makanan ringan Kejajar bahkan di sekitar Wonosobo, dan harapanya lebih luas lagi," tegasnya.

"Pemerintah desa saya harapkan untuk turun tangan memfasilitasi kreativifitas dan inovasi masyarakat, terutama memaksimalkan potensi lokal yang ada menjadi hasil setengah jadi atau jadi, baik dari penyiapan bahan baku, proses produksi maupun sampai pemasarannya, termasuk didalamnya pelatihan digital, e-marketing-nya maupun melalui sosial media," pungkasnya. (M Abdul Rohman)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.