Inovasi Tiada Henti Dimasa Pandemi Covid-19, Festival Literasi Wonosobo Pintar Diluncurkan

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Wakil Bupati Muhammad Albar, didampingi Kepala Dinas Arpusda Musofa saat meluncurkan Festival Literasi Wonosobo Pintar. (Foto: M Abdul Rohman)

PANDEMI Covid-19, sedikit banyak telah mempengaruhi terhadap kebiasaan dan tata kehidupan masyarakat. Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk membuat perubahan dan penyesuaian. Tidak terkecuali bagi pemerintah daerah yang dituntut untuk menciptakan berbagai terobosoan baru dan selalu berinovasi dalam hal pelayanan yang berkualitas bagi warganya.

Hal ini salahsatunya dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Wonosobo yang terus melakukan terobosan dan menciptakan berbagai inovasi pelayanan untuk meningkatkan minat baca, mengaplikasikan ide gagasan dan karya, serta belajar bagi masyarakat dan pelajar di Kabupaten Wonosobo secara umum.

Seperti yang ditekankan Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo dalam visinya, yakni Terwujudnya Wonosobo Yang Berdaya Saing, Maju dan Sejahtera. Hal itu salah satunya tergambar dalam Festival Literasi Wonosobo Pintar yang dilaunching oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Wakil Bupati Muhammad Albar, didampingi Kepala Dinas Arpusda Musofa.

"Dimasa situasi pandemi Covid-19 ini, kita dituntut untuk melakukan terobosan dan berbagai inovasi dalam hal pelayanan terbaik, tidak hanya rutinitas kerja saja namun semua aktivitas harus di buat dengan inovasi yang berkualitas terhadap pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, salahsatunya dengan memanfaatkan perpustakaan," demikian dikatakan Bupati.

Dengan kehadiran perpustakaan di tengah masyarakat, secara otomatis, apa yang ada dibuku dengan sendirinya akan termanfaatkan. Karena menurut Afif, masyarakat butuh buku untuk referensi dalam menguatkan pengetahuan dan karya yang akan dibuat. Dengan harapan apa yang didapat dari membaca akan disebarluaskan kepada masyarakat yang lain.

"Perpus hadir, dengan begitu literasi dan apa yang ada dalam buku, dengan sendirinya akan termanfaatkan, karena masyarakat butuh buku referensi dan lain sebagainya untuk menambah ilmu dan menemukan ide untuk karya yang akan dibuat," lanjut Afif.

Afif mengharapkan terus dilakukan inovasi yang ada nilai kualitasnya terhadap publik, karena menurutnya, saat ini pelayanan terhadap masyarakat adalah yang utama, yang mana program pemerintah saat ini difokuskan dalam percepatan pelayanan terhadap masyarakat. Sehingga terkait adanya festival dengan berbagai perlombaan yang digelar Arpusda, ia berharap adanya output terhadap masyarakat.

Selain itu Afif menegaskan bagaimana mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat, agar bisa mendapatkan referensi ide dan gagasan untuk terus berkarya. Dikatakan Kepala Dinas Arpusda Musofa, pihaknya mengakui berbagai inovasi telah diluncurkan sebelumnya, dan hari ini digelar event festival literasi yang diisi dengan berbagai lomba.

Hal itu dimaksudkan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memunculkan ide dan gagasan dalam menyikapi situasi pandemi saat ini. "Festival ini kami isi dengan berbagai lomba, agar situasi pandemi Covid-19 ini, anak-anak dan masyarakat tidak putus membaca dan belajar, topiknya agar mereka mengkaitkan karya yang akan ditulis dengan bagaiamana cara mengatasi pandemi ini, sehingga kencenderungan untuk lebih produktif semakin meningkat," ungkapnya.

Selain itu Musofa menambahkan, ini dilakukan untuk meningkatkan indek literasi dan meningkatkan tingkat kegemaran membaca bagi masyarakat, karena Wonosobo masih relatif rendah. Maka dari itu pihaknya akan bersama-sama dan terus berupaya meningkatkan pelayanan agar indek literasi masyarakat semakin meningkat.

"Karena minat baca Wonosobo masih rendah, maka dari itu kita perlu terus menerus memberi contoh kepada masyarakat, memfasilitasi masyarakat, salahsatunya dengan lomba dan layanan yang baik agar tingkat kegemaran membaca masyarakat makin naik sehingga literasinya semakin meningkat pula indeksnya," tekadnya.

Sementara pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menyampaikan apresiasi kepada jajaran Arpusda yang telah membuat berbagai inisiasi sehingga masyarakat umum dan khususnya para anak didik menjadi tertarik untuk membaca. Hal ini menjadi hal yang membanggakan.

"Prosentasenya masih rendah, maka dengan inisiasi itu saya harapkan mampu meningkatkan dan menumbuhkan minat baca masyarakat Wonosobo. Saya melihat banyak masyarakat yang tertarik beli buku, namun tidak dibaca, jadi ke depan minat baca ini harus terus ditingkatkan lagi dengan berbagai inovasi dan kreasi, bagaimana agar anak didik dan masyarakat Wonosobo semakin cinta buku dan cinta membaca," tutur Gus Albar.

Minat gemar membaca ini menurutnya sebagai masukan bagi mereka agar berkembang, maju, sehingga kualitas masyarakat semakin meningkat. Selain itu hal ini akan menjadi tolok ukur tingkat pendidikan masyarakat secara umum di Wonosobo. Maka dengan inovasi dan berbagai lomba yang digelar diharapkan mampu memberikan contoh dan edukaasi kepada masyarakat pada umumnya.

"Hal ini bisa menjadi tolok ukur pengembangan pendidikan secara umum, di Kabupaten Wonosobo agar bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lain, saya harap kedepan, inilah yang harus terus dikembangkan. Lomba ini jadikan edukasi dan contoh bagi masyarakat," pungkasnya. (M Abdul Rohman)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.