Masih Ada yang Belum Patuhi Protokol Kesehatan, Sekolah Diminta Tingkatkan Kepatuhan


Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Wonosobo, Hermawan Animoro bersama unsur TNI dan Polri saat ditemui pelaksanaan patroli sekolah. (Foto: M Abdul Rohman)

WONOSOBO FOKUSSABA.COM- Hasil patroli tim gabungan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonosobo menemukan masih ada sejumlah warga sekolah yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan. Kepada mereka yang melanggar prokes tersebut, tim langsung menyampaikan teguran agar hal itu tidak berlanjut di masa-masa mendatang.

“Mestinya, dalam rentang waktu lebih dari satu bulan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, kesadaran akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah sudah terbangun, namun dari hasil patroli ini kita masih menjumpai ada warga sekolah, baik siswa maupun guru yang tidak mengenakan masker selama pembelajaran berlangsung,” ungkap Hermawan Animoro, Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP saat ditemui di sela pelaksanaan patroli sekolah bersama unsur TNI dan Polri, kemarin.

Patroli yang menyisir sejumlah SMP, SMA dan SMK tersebut, menurut Hermawan memang lebih menitikberatkan pada penerapan protokol kesehatan selama Pembelajaran Tatap Muka. “Fokusnya pada penerapan prokes pada saat berlangsung PTM, kemudian juga melihat sejauh mana perlengkapan yang tersedia di sekolah untuk mendukung protokol pencegahan Covid-19,” lanjut Hermawan.

Penerapan prokes yang sesuai arahan dan standar yang ditetapkan pemerintah, disebut Hermawan akan meminimalisir potensi-potensi penyebaran Covid-19, agar tidak sampai muncul klaster baru penularan virus yang sempat membuat kegiatan belajar mengajar, harus berlangsung secara daring lebih dari tiga semester itu.

Dari penelusuran di beberapa sekolah penyelenggara PTM terbatas di wilayah Wonosobo, Mojotengah, serta Selomerto, Hermawan mengaku menemukan setidaknya ada 17 tenaga pendidik dan 12 siswa yang belum menerapkan prokes dengan baik, yaitu tidak mengenakan masker.

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa ada 4 sekolah yang belum melengkapi sarana pendukung prokes, seperti tempat cuci tangan sebelum memasuki lingkungan PTM, handsanitizer, thermo gun atau alat cek suhu badan, maupun penerapan jarak minimal antar siswa selama di kelas sampai pada saat kepulangannya.

“Selain ke sekolah-sekolah yang menggelar PTMT maupun SPTM, kami juga akan lebih intensif melaksanakan patroli prokes ini diantaranya di objek wisata, fasilitas publik dan sarana yang menjadi media berkumpul masyarakat demi terus menguatkan kesadaran warga agar senantiasa menerapkan protokol pencegahan Covid-19,” pungkasnya. (M Abdul Rohman)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.