Inovasi Smesh Mapan di Wonosobo Mudahkan Layanan Kependudukan di Masa Pandemi Covid-19


Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat meluncurkan Smesh Mapan atau Sapuran Melayani Sepenuh Hati di Masa Pandemi. (Foto: M Abdul Rohman)

INOVASI baru dalam upaya menjaga kualitas layanan publik bermunculan di tengah masa prihatin akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan. Salah satu bentuk inovasi tersebut diperlihatkan Pemerintah Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo, yang telah resmi meluncurkan Smesh Mapan atau Sapuran Melayani Sepenuh Hati di Masa Pandemi.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kecamatan Sapuran tengah berupaya memudahkan urusan administrasi di bidang kependudukan, sehingga nantinya dapat dilakukan di tingkat desa. “Ini inovasi pelayanan dalam bidang kependudukan yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan, sehingga warga Sapuran akan dipermudah," ujar Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Selasa (02/11/2021).

Jadi, ketika warga akan membuat kartu kependudukan seperti KTP, KK sampai akta kelahiran maupun kematian, mereka cukup dari rumah atau di tingkat desa. Dia juga menyebut kemajuan teknologi informasi menuntut semua harus bisa serba cepat, termasuk pelayanan di bidang kependudukan.

Sebagai contoh, pemanfaatan teknologi internet disebut Afif akan memudahkan urusan administrasi kependudukan, yang sebelumnya mesti dilakukan di tingkat kabupaten atau kecamatan, sekarang dapat diselesaikan tingkat desa. "Jadi melalui inovasi ini, pelayanan lebih cepat, efektif, efisien, murah dari sisi waktu dan biaya," jelasnya.

Hal ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat, sebab mereka tidak perlu datang ke kecamatan. Ini juga sebagai upaya menghindari tatap muka sebagai bagian dari perlindungan terhadap penularan Covid-19. Ia juga berharap, setelah diresmikan, aksi perubahan Smesh Mapan Kecamatan Sapuran bisa didukung oleh semua pihak.

Terutama ASN di lingkungan kecamatan setempat, pemerintah desa serta tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah tersebut. “Inovasi apapun yang dilakukan oleh kecamatan jika tidak didukung oleh semua kalangan akan terhambat pelaksanaannya, maka supaya ini berjalan dengan baik, harus didukung,” tegas Bupati.

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Wonosobo, Aziz Wijaya selaku mentor dari program aksi perubahan Smesh Mapan mengemukakan bahwa mentoring Smesh Mapan dilakukan dari proses awal perencanaan sampai pelaksanaan. Saat membuat rencana aksi itu ada konsultasi dan kajian.

"Kami kawal melalui proses mentoring, kita arahkan membuat aksi perubahan yang terukur, tidak terlalu sulit dan bisa dilaksanakan”, katanya. Menurutnya, Pemerintah Kecamatan Sapuran memiliki gagasan untuk melakukan aksi perubahan pada pelayanan administrasi kependudukan. Kemudian dilakukan pemetaan dan pengkajian terkait program tersebut.

"Dari mentoring yang kita lakukan ternyata, program tersebut sangat mungkin dilakukan, perangkatnya juga ada baik di kecamatan dan di desa serta tidak menyulitkan, sehingga bisa dilaksanakan”, urai Aziz.

Camat Sapuran, Edi Usman menambahkan, program aksi perubahan melui Smesh Mapan yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Sapuran telah diujicoba sejak satu bulan lalu dan berjalan dengan baik. “Sebelum diresmikan hari ini kami sudah uji coba dan berjalan dengan baik, pelayanan bagi masyarakat utamanya administrasi kependudukan bisa dilakukan di tingkat desa," katanya.

Dengan adanya dukungan tenaga-tenaga muda yang ada di pemerintahan desa sebagai tenaga admin Smesh Mapan diakui Edi bisa berjalan baik. "Mereka dengan cepat mampu menguasai teknologi internet untuk dimaksimalkan dalam memberikan pelayanan kependudukan, khususnya saat masa pandemi Covid-19 ini," harapnya. (M Abdul Rohman)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.