Hampir Dua Tahun Dilanda Pandemi Covid-19, Pemerintah Terus Berupaya Pulihkan Ekonomi

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Kepala Kantor Kemenag Wonosobo Ahmad Farid secara simbolis menunjukan bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat. (Foto : M Abdul Rohman)

WONOSOBO FOKUSSABA.COM- Keterpurukan ekonomi masyarakat memang sangat terasa hingga saat ini. Dimana kurang lebih hampir dua tahun terakhir, dunia dilanda pandemi Covid-19 secara global, dan hal itu berpengaruh terhadap berbagai sendi kehidupan masyarakat. Selain kesehatan, yang paling berat dirasakan adalah lumpuhnya perekonomian secara menyeluruh.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyebutkan, berbagai upaya pemulihan ekonomi telah dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Begitu juga jajaran di Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, salahsatunya melalui pengelolaan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ), yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terlebih kepada mereka yang terdampak pandemi Covid-19.

Dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) ke 76 Kementrian Agama Wonosobo, pada Senin (20/12/2021), mereka melakukan pendistribusian bantuan dari UPZ yang secara resmi dilepas Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat didampingi Kepala Kantor Kemenag Wonosobo Ahmad Farid, bersama jajaranya. Sebanyak 27 kendaraan diberangkatkan untuk mengangkut bantuan tersebut, dan disalurkan kepada masyarakat melalui KUA yang tersebar di kecamatan se-Wonosobo.

Bupati Wonosobo menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. "Kami sampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kemenag, Hari Amal Bakti hendaknya menjadi satu momentum dimana rasa syukur dan terima kasih kita, dapat diwujudkan melalui sebuah aksi nyata sehingga seluruh masyarakat dapat turut merasakan manfaat dari peringatan yang tidak hanya sekadar menjadi kegiatan seremonial ini," ucapnya.

Bupati menambahkan, distribusi zakat ini hendaknya menjadi satu pengingat, bahwa praktik baik (best practice) beragama dalam kehidupan bernegara harus terus dilaksanakan, untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera. "Mari bersama-sama kita teladankan bahwa negara selalu hadir ditengah dinamika permasalahan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan sosial dari instansi pemerintah seperti ini," pungkasnya.

Pihaknya juga mengajak jajaran di Kemenag agar turut aktif menyosiasikan kepada masyarakat pentingnya melakukan vaksinasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Penting selalu menggunakan masker saat beraktivitas, baik di luar rumah maupun rutinitas keseharian. Terus biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir. Menghindari kerumunan, selalu jaga jarak dan mengurangi mobilitas perjalanan.

Terkait dengan agenda yang sudah disiapkan matang ini, Kakankemenag Wonosobo, Ahmad Farid, mendukung adanya kegiatan tersebut. Ia mengatakan sudah sepantasnya memperingati HAB dengan kegiatan yang penuh makna, apalagi saat Pandemi Covid-19. “Peringatan itu bukan hanya ceremonial. Tapi harus dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat. Dengan adanya kegiatan bakti sosial dalam bentuk pendistribusian zakat tersebut diharapkan mampu membantu orang-orang yang dirasa pantas menerima zakat tersebut. Baik untuk konsumtif atau tambahan modal usaha,” kata Farid.

Sementara menurut Ketua Umum HAB ke 76 Kemenag Wonosobo Nawawi menerangkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kankemenag Kabupaten Wonosobo mendustribusikan Zakat senilai Rp 364 juta. “Insyallah sesuai dengan rangkaian agenda peringatan HAB ke 76 yang sudah ditetapkan, kami akan mendistribusikan zakat seniali 364 juta berupa zakat produktif dan konsumtif pada hari ini tanggal 20 Desember dari Kankemenag ke KUA dan 21 Desember dari KUA ke Penerima Zakat,” terang Nawawi.

Lebih lanjut, Nawawi, menjelaskan bahwa pendistribusian akan menyasar pedagang kecil sebagai penerima zakat produktif dan orang kurang mampu sebagai penerima zakat konsumtif. “Penerima zakat mencangkup pedangang kecil dan orang kurang mampu. Untuk zakat produktif dialokasikan senilai 160 juta untuk 160 pedagang di 15 Kecamatan dan lingkungan Kankemenag. Masing-masing orang nantinya akan menerima uang tunai senilai satu juta rupiah,” jelas Nawawi.

Untuk distribusi zakat konsumtif, imbuh Nawawi, akan dialokasikan dana Rp 204 juta yang akan didistribusikan dalam bentuk beras. “Untuk zakat konsumtif berupa beras diberikan bagi 1.700 orang kurang mampu di 15 Kecamatan dan lingkungan Kankemenag. Masing-masing akan mendapat 10 kg beras,” imbuh Nawawi.

Secara teknis ia menjelaskan, pendistribusian di 15 Kecamatan akan dilimpahkan kepada KUA masing-masing Kecamatan, mulai dari pendataan penerima zakat sekaligus penyerahan zakat secara langsung. “Teknisnya nanti dari Kankemenag Kabupaten Wonosobo akan didistribusikan ke 15 KUA yang ada di Wonosobo selanjutnya KUA akan menyerahkan langsung ke penerima yang sebelumnya telah didata oleh KUA. Kalau yang di lingkungan Kankemenag Kab. Wonosobo nanti akan diberikan secara langsung ke penerima,” pungkasnya. (M Abdul Rohman)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.